Hubungan Ekspresi p-53 dengan Gambaran Klinikopatologi pada Penderita Karsinoma Penis yang Dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar (2001-2005)

Bowolaksono Sastrodihardjo, Gede Wirya Kusuma, Partama -

Abstract


Insiden karsinoma penis di daerah Bali, khususnya yang dirawat di Rumah Sakit Sanglah, cukup tinggi. Sampai saat ini, etiologi dari karsinoma penis multifaktorial, termasuk peran Human Papilloma Virus dalam mekanisme di tingkat selular. Penanganan karsinoma penis saat ini cenderung mengarah ke tissue preserving dan peningkatan kualitas hidup penderita, serta masih terjadi kontroversi. Faktor prediksi terhadap rekurensi, progresivitas, dan prognosis masih didasarkan pada faktor prognostik konvensional berupa gambaran klinikopatologi. Hasil penelitian marker molekuler yang memberikan hasil menjanjikan telah melaporkan mengenai overekspresi p-53 dan antigen skuamosa sel karsinoma untuk memprediksi pembesaran nodul, rekurensi, progresivitas, dan prognosis. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis meneliti hubungan antara ekspresi p-53 dengan gambaran klinikopatologi pada penderita karsinoma penis yang dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, periode 2001-2005.

Studi ini merupakan penelitian observasional analitik yang dilakukan secara potong lintang (cross sectional) terhadap penderita karsinoma penis yang dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, periode Januari 2001 sampai Mei 2005. Sampel penelitian diambil dari blok parafin. Kemudian dilakukan pengecatan imunohistokimia dan dinilai ekspresi protein p-53. Hasil penilaian tersebut kemudian dihubungkan dengan stadium, diagnosis histopatologi, grading, dan hasil biopsi kelenjar getah bening. Kemudian dianalisis dengan uji statistik nonparametrik Mann-Whitney U dan tabel 2 x 2 (crosstabs). Kemaknaan ditentukan berdasarkan nilai p< 0,05. Terdapat hubungan bermakna antara ekspresi p-53 dengan stadium klinis tumor (p = 0,030 ) dan hasil biopsi kelenjar getah bening inguinal (p = 0,040). Sedangkan hubungan antara ekspresi p-53 dengan diagnosis dan grading histopatologi didapatkan hasil yang tidak bermakna.

Kesimpulannya, ekspresi p-53 pada karsinoma penis dapat dipakai sebagai salah satu faktor prognostik dan pertimbangan melakukan biopsi kelenjar getah bening inguinal, sehingga tindakan biopsi menjadi lebih selektif.

Kata kunci: karsinoma penis, p-53, klinikopatologi


Full Text: Untitled

DOI: 10.33371/ijoc.v3i3.117

Article Metrics

Abstract view : 108 times
Untitled - 122 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 Indonesian Journal of Cancer