Preliminary Report: Clinical Characteristic, Hematologic Response and Gene Mutation of Patients with Chronic Phase Chronic Myeloid Leukemia (CML) to Imatinib at Cipto Mangunkusumo National Hospital (RSUPN CM)

Arif Harryanto Reksodiputro* -  , Indonesia
Hilman Tadjoedin -  , Indonesia
Ikhwan Rinaldi -  , Indonesia

DOI : 10.33371/ijoc.v5i4.179

Leukemia Granulositik Kronik (LGK) disebabkan oleh gen BCR-Abl domaintyrosin kinase, produk dari kromosom Philadelphia. Imatinib mesylate merupakan inhibitor selektif terhadap kinase tersebut. Di Indonesia, data mengenai karakteristik pasien LGK fase kronik, respons hematologi terhadap imatinib, dan mutasi gen masih jarang ditemukan. Metode dan desain: studi potong lintang ini menggunakan data rekam medik pasien yang didiagnosis sebagai LGK fase kronik dengan BCR-ABL positif yang berobat ke Poliklinik Teratai Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo selama Januari Desember 2009.

Hasil: dalam periode 1 tahun studi, peneliti mengikutsertakan 20 pasien LGK fase kronik yang memiliki BCR-ABL positif dengan median umur 36 tahun (13-62 tahun). Pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan (12 vs 7) dengan rasio 1,7: 1. Sebanyak tujuh pasien (36,8%) berasal dari suku Jawa. Dilaporkan juga karakteristik pasien adalah 15 orang berada pada fase kronik (78,9%); 3 pasien berada pada fase akselerasi (15,8%) sementara 1 pasien mengalami krisis blast (5,3%); 12 pasien (63,2%) ditemui adanya splenomegali; dan 5 dari 11 pasien dilaporkan memiliki skor Sokal yang rendah. Berdasarkan hasil laboratorium didapati nilai median hemoglobin 9,9 g/dL (5-14 g/dL); leukosit 73.000/uL (4.100-332.000/uL) dan nilai median trombosit 481.000/uL (263.000/uL-1.116.000/uL); nilai median kadar basofil di darah perifer 1% (1-10%) dengan nilai median sel blast di perifer adalah 1% (0-22%). Selama studi, respons hematologik komplet dalam 3 bulan dicapai oleh 10 dari 19 pasien (52,6%), termasuk di antaranya 1 pasien yang mengalami fase akselerasi dan 1 pasien yang lain mengalami krisis blast. Sebanyak 18 pasien (94,7%) telah diobati dengan hydrea sebelum mendapat terapi Imatinib, sementara 1 pasien (5,3%) tidak pernah mendapatkan pengobatan apapun sebelumnya.

Kesimpulan: didapati nilai median usia pasien LGK fase kronik adalah 36 tahun, sebagian besar adalah laki-laki. Sebanyak enam puluh tiga persen pasien memiliki splenomegali. Dilaporkan juga nilai median leukosit adalah 73.000/uL (4.100-332.000/uL) dengan nilai median sel blast di darah perifer sebanyak 1% (0-22%). Respons hematologik komplet dalam 3 bulan dicapai oleh 52,6% pasien.

Kata kunci: LGK fase kronik, imatinib, respons hematologik, mutasi.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2014-10-16
Published: 2011-12-31
Section: Research Articles
Article Statistics: 776 377