Neurologi Paliatif

SRI ERNI ISTIAWATI* -  , Indonesia

DOI : 10.33371/ijoc.v6i2.191

Istilah perawatan paliatif diperkenalkan pada 1974. Pada 1990, WHO mendefinisikan perawatan paliatif sebagai perawatan menyeluruh pada pasien dengan penyakit lanjut dan dalam fase terminal beserta keluarganya. Aktivitasnya terus berkembang dan dengan definisi WHO 2007, cakupan menjadi lebih luas, yaitu meningkatkan kualitas hidup pasien, juga keluarganya, dengan mencegah dan mengurangi penderitaan dengan cara identifikasi dini serta penatalaksanaan nyeri maupun masalah-masalah lainnya yang diterapkan sejak awal. Dalam perkembangannya, perawatan paliatif tidak hanya ditujukan untuk kasus kanker, tetapi juga untuk kasus bukan kanker. Sekitar tahun 2001, muncul kesadaran baru tentang neurologi paliatif. Pada kenyataannya, sejak diagnosis ditegakkan, beberapa penyakit neurologi sudah tidak mungkin dapat disembuhkan dan memerlukan intervensi paliatif. Dari hasil proses pendidikannya, spesialis saraf memungkinkan untuk memahami fenomena klinis pada kasus kanker dan bukan kanker serta kaitannya dengan neurosains.

Dalam artikel ini akan dibahas latar belakang perawatan paliatif, neurosains, dan neurologi paliatif yang dipresentasikan dalam ilustrasi kasus.

Kata kunci: paliatif, neurologi, kanker-bukan kanker

Full Text:
Article Info
Submitted: 2014-10-17
Published: 2012-06-30
Section: Research Articles
Article Statistics: 182 94