Tata Laksana Kanker Payudara Relaps

ANDREE KURNIAWAN* -  , Indonesia
NUGROHO PRAYOGO -  , Indonesia

DOI : 10.33371/ijoc.v6i2.195

Kanker payudara adalah kanker yang paling sering terjadi pada wanita di berbagai negara. Insiden kasar di Eropa 109.8/100000 dan mortalitasnya 28.4/100000. Data di Indonesia menduduki peringkat pertama kanker pada wanita dengan insiden 36.2/100000 dan angka mortalitasnya 18.6/100000. Deteksi dini dan terapi adjuvan yang maju menyebabkan angka mortalitas menurun tajam, namun kejadian relaps masih cukup sering terjadi. Angka dari kepustakaan Barat bervariasi, dari 5-30%. Faktor yang memengaruhi relaps di antaranya jenis operasi, keterlibatan kelenjar getah bening regional, dan subtipe dari kanker payudara. Kecurigaan klinis relaps harus dikonfirmasi dengan pencitraan dan diusahakan untuk mendapatkan jaringan patologi. Hal itu perlu didukung dengan pemeriksaan darah, pencitraan, status reseptor hormonal, HER2, dan marker proliferasi. Tata laksana secara umum diterapi seperti tumor primer yang baru dengan tujuan kuratif dan tata laksana secara spesifik berdasarkan subtipe dari kanker payudara yang meliputi terapi hormonal, anti-HER2, kemoterapi, terapi target yang baru seperti lapatinib, antiangiogenesis seperti bevacizumab dan sunitinib.

Kata kunci: kanker payudara, relaps

Full Text:
Article Info
Submitted: 2014-10-17
Published: 2012-06-30
Section: Research Articles
Article Statistics: 742 204