Cancer Immunology: From Immunosurveillance to Immunoescape

Siti Boedina Kresno* -  , Indonesia

DOI : 10.33371/ijoc.v2i1.33

Sejak lama telah diketahui bahwa sistem imun dapat mengidentifikasi dan menyingkirkan sel tumor berdasarkan ekspresi antigen tumor atau molekul yang diinduksi oleh stres pada sel. Proses ini dikenal sebagai tumor immunosurveillance, pada proses mana sistem imun mengidentifikasi sel kanker dan sel prekanker kemudian menghancurkannya sebelum sel itu menjadi berbahaya. Berbagai sel efektor, seperti sel B, T, NK, NKT, IFN, perforin dan granzyme telah sejak lama diketahui secara jelas peranannya dalam immunosurveillance. Walaupun telah jelas bahwa ada immunosurveillance dan sel kanker dapat dikenal dan dihancurkan oleh sistem imun, mengapa kanker masih tetap dapat tumbuh dan berkembang pada orang yang imunokompeten? Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa immunosurveillance hanyalah salah satu dimensi dari hubungan yang kompleks antara tumor dengan sistem imun. Juga telah banyak bukti bahwa sistem imun dapat merangsang munculnya tumor dengan imunogenesitas rendah yang mampu menghindar dari penghancuran oleh sistem imun. Penemuan ini mengakibatkan berkembangnya hipotesis baru yang dikenal sebagai hipotesis immunoediting.

Tinjauan pustaka ini akan merangkum interaksi antara pejamu dengan sel-sel tumor yang berakibat eliminasi, ekilibrium clan escape, yang dikenal dengan istilah 3E dari proses immunoediting.
Full Text:
Article Info
Submitted: 2014-10-08
Published: 2008-03-31
Section: Research Articles
Article Statistics: 994 113