Tinjauan kasus: Penanganan Limfedema di Rumah Sakit Kanker Dharmais

Indriani -* -  , Indonesia
Irnawati Saud -  , Indonesia
Siti Anisa Nuhonni -  , Indonesia

DOI : 10.33371/ijoc.v1i1.4

Kejadian limfedema meningkat sejalan dengan progresivitas penyakit kanker dan ekstensivitas penanganan pada saluran limfatik: 25,5% pada pasca-diseksi kelenjar aksi-Ia/inguinal, 2,3%-27% pada operasi dengan tehnik konservasi, dan 38,3% bila disertai tindakan radiasi. Umumnya penderita akan mengalami gangguan fungsi pada ekstremitas yang terkena dan aktivitas/kualitas hidup.

Berbagai strategi penanganan rehabilitasi medik diberikan untuk preservasi dan restorasi fungsi ekstremitas serta paliasi gejala akibat edem (: nyeri, tegang, kaku). 50% penderita yang datang ke IRM RSKD (studi retrospeksi 1999 -2001) mengalami reduksi edem >50% dalam 1-2 minggu pasca-terapi. Kepedulian dan kerjasama yang baik antar disiplin ilmu terkait akan meminimalkan kejadian limfedema.

Kata kunci : limfedema, kanker, saluran limfe, kualitas hidup, penanganan rehabilitasi medik

Article Info
Submitted: 2014-10-06
Published: 2007-03-31
Section: Research Articles
Article Statistics: 167