Rabdomiosarkoma Pada Anak: Gambaran Klinis di 2 Institusi

Anky Tri Rini* -  , Indonesia
Kusumaning Edhy -  , Indonesia
Djajadiman Gatot -  , Indonesia
Endang Windiastuti -  , Indonesia
Yanto Ciputra -  , Indonesia

DOI : 10.33371/ijoc.v2i2.40

Rabdomiosarkoma (RMS) merupakan keganasan jaringan lunak yang banyak terjadi pada anak umur 1 sampai 5 tahun dan remaja. Sekitar 15 % anak dengan RMS datang dalam keadaan metastasis dan prognosisnya tidak ada perbaikan dalam 15 tahun terakhir.

Penelitian ini untuk mengetahui keluaran terapi serta pengembangan selanjutnya Penelitian dilakukan secara retrospektif dari data pada catatan medis 30 pasien yang diterapi di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta bulan Juni 2000 sampai Juli 2006 dan 11 pasien di RS Kanker Dharmais (RSKD), Jakarta bulan Januari 2003 sampai Desember 2007. Data dikumpulkan untuk melihat gambaran klinis dan keluaran terapi.

Terdapat 30 pasien RMS di RSCM tahun 2000-2006 dan 11 di RSKD tahun 2003-2007. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1 (RSCM) dan 1:1,7 (RSKD).Kebanyakan menyerang anak umur antara 1 bulan sampai 5 tahun (43,3 % & 43,5 %) dengan median antara 6-7 tahun. Gambaran patologi terbanyak yaitu embrional (70% & 54,5%). Lokasi primer terbanyak pada bagian kepala dan leher (43,3% & 27,3%). Didapatkan stadium lanjut sebesar 80% & 45,5%. Sebagian besar metastasis ditemukan pada sumsum tulang (85,7% & 33,3%). Keluaran terapi didapatkan yang masih dalam terapi 66,7% & 27,3%, meninggal 30% & 18,2% dan lost to folloiv up 3,3% & 54,5%.

RMS kebanyakan didapatkan pada anak umur 1 bulan sampai 5 tahun. Gambaran histologi tipe embrional dan lokasi primer pada kepala dan leher merupakan yang tersering. Pada umumnya, pasien datang dalam stadium lanjut tetapi jika datang pada stadium awal akan memberikan hasil yang lebih baik.

Kata kunci: Rabdomiosarkoma, epidemiologi klinik, keluaran terapi.
Full Text:
Article Info
Submitted: 2014-10-08
Published: 2008-07-01
Section: Research Articles
Article Statistics: 215 96