Peran Serum IL-6 dan CA-125 Prabedah sebagai Prediktor Resektabilitas Tumor pada Kanker Ovarium Tipe Epitel

ANDI KURNIADI, YUDI M HIDAYAT, DODI SUARDI, HERMAN SUSANTO, GATOT N.A.W, HERU PRAYITNO

Abstract


The success of ovarian cancer therapy is determined by optimal cytoreduction performed prior to chemotherapy. Maximum residual tumor after cytoreduction and before chemotherapy is essential for prognosis. Factors affecting tumor mass resectability are the surgeon, location of the mass, ascites more than 1000 mL, carcinomatosis, mass in lymph nodes more than 1 cm, mass at the liver parenchym, large mass up to diaphragm and pre-operative CA-125 > 500 MIU / L will increase the likelihood of suboptimal cytoreduction. IL-6 and CA-125 play a role in the occurrence of those factors, so both examinations are expected to improve the prediction of cytoreduction resectability and determine the appropriate choice for the treatment of ovarian cancer, either cytoreduction or neoadjuvant chemotherapy.

The design of this study is cross sectional that is by examining patients suspected of ovarian malignancy, checking for their preoperative IL-6 and CA-125 levels and their resectability. Data analysis done by univariat and bivariate. For categorical data tested by chi-square test or Exact Fisher test, significance test used unpaired T test or Mann Whitney test. Analysis of numerical variables by numerical using Pearson correlation analysis or Spearman correlation analysis as well as correlation between numerical variables with nominal variables using Eta Correlation test. The data obtained is recorded in a special form and then processed with SPSS version 24.0 for Windows

Patients collected during the study period were 54, where only 36 people met the inclusion and exclusion criteria. It was found that most subjects were aged 40-64 years (77.8%), mean value of CA-125 for suboptimal cytoreduction group was higher than optimal cytoreduction (1099,75 + 1242,555 vs 311,23 + 160,165), which is statistically significant, p = 0,000 (p value <0,05), CA 125 cut off point in this research was 432 with sensitivity value of 72,2% and specificity value of 77,88%. The mean value of IL-6 for the suboptimal cytoreduced group was greater than the optimized cytoreduction (137.72 + 107.658 VS 62.20 + 66.330), which is statistically significant, p = 0.009 (p value <0.05), IL-6 cut off point at this study was 64.9 with a sensitivity of 72.2% and a specificity of 72.2 %. There was a positive correlation with a strong correlation strength between CA-125 levels and the operating outcome, p = 0.012 (p <0.05), there was a positive correlation with a small correlation strength between IL-6 levels and the outcome of surgery, p = 0,016 (p <0,05) and there was correlation between IL-6 and CA-125 presurgery with operating outcome (suboptimal and optimal cytoreduction) with cut off point 418,5 with sensitivity value 88.9% and specificity value 72,2% .

Conclusion: There is a correlation between the levels of IL-6 and CA-125 and ovarian cancer resectability.

 

ABSTRAK

Keberhasilan terapi kanker ovarium  ditentukan oleh optimalnya sitoreduksi yang dilakukan sebelum pemberian kemoterapi. Maksimal residual tumor setelah sitoreduksi dan sebelum kemoterapi sangat penting untuk prognosis. Faktor -faktor yang mempengaruhi resektabilitas massa tumor adalah operator, lokasi massa,  asites lebih dari 1000 mL, karsinomatosis, massa di limfa lebih dari 1 cm, massa diparenkim hati, massa yang besar sampai ke diafragma dan kadar CA-125 pre-operatif > 500 mIU/L akan meningkatkan kemungkinan sitoreduksi suboptimal. IL-6 dan CA-125 berperan peran dalam terjadinya faktor – faktor tersebut, sehingga pemeriksaan kedua-duanya diharapkan dapat meningkatkan prediksi resektabilitas sitoreduksi dan menentukan pilihan tatalaksana kanker ovarium yang tepat yaitu sitoreduksi atau kemoterapi neoajuvan.

Rancangan penelitian ini adalah cross sectional yaitu dengan melakukan pemeriksaan kadar IL-6 dan CA-125 prabedah  penderita tersangka keganasan ovarium kemudian dilihat resektabilitasnya.. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate. Untuk data kategorik diuji dengan uji chi-square atau uji Exact Fisher , Uji kemaknaan  digunakan uji T tidak berpasangan atau uji Mann Whitney. Analisis variabel numerik dengan numerik menggunakan analisis korelasi Pearson atau analisis korelasi Spearman serta korelasi antara variabel numerik dengan variabel nominal menggunakan uji Korelasi Eta. Data yang diperoleh dicatat dalam formulir khusus kemudian diolah dengan program SPSS versi 24.0 forWindows

Pasien yang berhasil dikumpulkan selama periode penelitian sebanyak 54 orang, yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi hanya 36 orang. diperoleh data bahwa subjek terbanyak adalah usia 40 – 64 tahun (77,8%), Nilai rerata CA-125 untuk kelompok sitoreduksi suboptimal lebih besar dibandingkan dengan sitoreduksi optimal (1099,75 + 1242,555  VS 311,23 + 160,165 ) bermakna secara statistik     p = 0,000 (nilai p < 0,05), cut off point  CA 125 pada penelitian ini adalah 432 dengan nilai sensitivitas 72,2% dan nilai spesifisitas 77,88%. Nilai rerata IL-6 untuk kelompok sitoreduksi suboptimal lebih besar dibandingkan dengan sitoreduksi optimal (137,72 + 107,658 VS 62,20 + 66,330) bermakna secara statistik p = 0,009 (nilai p < 0,05), cut off point  IL-6 pada penelitian ini adalah 64,9 dengan  sensitivitas 72,2% dan  spesifisitas 72,2%%. Terdapat korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang cukup kuat antara kadar CA-125 dengan luaran operasi p = 0,012 (p < 0,05), terdapat korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang kecil (tidak erat) antara kadar IL-6 dengan luaran operasi, p = 0,016 (p < 0,05) dan terdapat korelasi antara kadar IL-6 dan CA-125 prabedah dengan luaran operasi (sitoreduksi suboptimal dan optimal ) dengan cut off point 418,5 dengan nilai sensitivitas 88.9% dan nilai spesifisitas 72,2%.

Simpulan : Terdapat korelasi antara kadar IL-6 dan CA-125 prabedah dengan resektabilitas  kanker ovarium


Keywords


ovarian cancer, IL-6, CA-125, resectability, subopt imal sitoreduction and optimal sitoreduction

Full Text: PDF

DOI: 10.33371/ijoc.v11i4.533

Article Metrics

Abstract view : 402 times
PDF - 243 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Indonesian Journal of Cancer

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.