Immunophenotyping in the Diagnosis and Classification of Acute Leukemia: "Dharmais" Cancer Hospital Experience

Agus Susanto Kosasih, Lyana Setiawan, Sri Hartini

Abstract


Penentuan imunofenotipe merupakan salah satu pemeriksaan yang disyaratkan dalam diagnosis dan klasifikasi leukemia. Dalam tulisan ini, kami melaporkan data peranan penentuan imunofenotipe dalam diagnosis leukemia akut dikaitkan dengan pemeriksaan sitomorfologi dan pemeriksaan sitokimia Sudan Black B (SBB) yang dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) sejak Januari 2005 sampai Desember 2007.

Menurut imunofenotipe, kami menemukan 13 kasus leukemia limfoblastik akut (LLA) galur T, 82 kasus LLA galur B, dan 110 kasus leukemia mieloblastik akut (LMA). Ko-ekspresi antigen dari galur lain ditemukan pada 38% kasus LLA-T, 28% kasus LLA-B, dan 37% LMA. Antigen limfoid yang paling sering ditemukan ekspresinya pada LMA adalah CD19 diikuti CD7.

CD33 ditemukan pada 94,6% kasus LMA dan CD13 pada 87,8% kasus LMA. CD19 ditemukan pada 96% LLA-B, CD10 pada 68% kasus, diikuti CD20 (50%) dan CD22 (33%). CD7 ditemukan pada 92% LLA-T, dan CD3 positif pada 85% kasus LLA-T.

Disimpulkan bahwa penentuan imunofenotipe sangat bermanfaat dalam penentuan diagnosis galur, membedakan antara LLA dan LMA, khususnya pada kasus dengan SBB negatif seperti pada kasus LMA-M0 dan M5a, membedakan LLA-B dan LLA-T, serta mendiagnosis kasus leukemia bifenotipe/leukemia galur campuran.

Kata kunci: Leukemia akut, imunofenotipe, galur myeloid, LLA-B, LLA-T.


Full Text: Untitled

DOI: 10.33371/ijoc.v5i1.84

Article Metrics

Abstract view : 3804 times
Untitled - 421 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 Indonesian Journal of Cancer